Permasalahan kamtibmas yang sering terjadi bukan hanya menjadi tanggung jawab penegak hukum saja tetapi juga menjadi tanggung jawab masyarakat. Sehingga mahasiswa yang merupakan bagian dari masyarakat terdidik harus mampu memposisikan diri sebagai kaum intelektual yang mawas diri, peka serta bertanggung jawab terhadap permasalahn yang timbul di masyarakat. Satuan Mahasiswa Bhayangkara IST AKPRIND (Satmabhara) sebagai Unit Kegiatan mahasiswa kewiraan memiliki peran strategis dalam memlihara kondisi kamtibmas di lingkungan kampus pada khususnya serta masyarakat pada umumnya.

Sebagai upaya menjaga eksistensinya dalam turut serta menjaga keamanan dan keteriban dimasyarakat, Satmabhara kembali menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan dasar (diklatsar) bagi calon anggotanya pada tahun 2017 ini. Diklatsar diikuti oleh calon anggota yang sebelumnya telah mengikuti seleksi secara ketat pada PRADIKTUKMABHARA pada bulan Februari yang lalu. Diklatsar Satmabhara dibuka oleh Kapolda DIY, Brigjen (Pol) Ahmad Dofiri di Lapangan Detasemen A Brimob Gondowulung Yogyakarta, Jum’at (21/7). Brigjen (Pol) Ahmad Dofiri mengungkapkan, perkembangan terkait narkoba saat ini menyasar pelajar dan mahasiswa. Sementara DIY sebagai tempat berkumpulnya mahasiswa dan pelajar dari berbagai wilayah menjadi peringkat tinggi dalam penyalahgunaan narkoba. Untuk itu kegiatan seperti Satmabhara merupakan salah satu kegiatan positif yang harus terus dikembangkan. Dalam upacara pembukaan diklatsar yang turut dihadiri rektor IST AKPRIND tersebut, Kapolda juga berharap kedepan Satmabhara dapat ditularkan pada perguruan tinggi yang lain terutama di wilayah Yogyakarta. Karena saat ini Satmabhara merupakan satu-satunya kegiatan mahasiswa bhayangkara di Indonesia baru terdapat di IST AKPRIND. Keberadaan Satmabhara mampu memeberikan edukasi kepada masyarakat melalui lingkungak kampus.

Pembimbing UKM Satmabhara Sigit Priyambodo, S.T., M.T yang didampingi Kepala Satmabhara Dendy Suhandinata dan Wakil Rektor III Ir. Joko Waluyo, M.T. menyampaikan bahwa tujuan dari diklatsar Satmabhara tersebut antara lain mendidik dan membentuk calon anggota satmabhara baik secara fisik dan mental juga disiplin diri serta jiwa korsa terhadap satuan. Selain itu juga guna mempersiapkan kader pemimpin bangsa yang memiliki dedikasi, loyalitas dan rasa tanggung jawab. Juga sebagai bahan pertimbangan strategi dan penyelesaian dalam menghadapi setiap kejadian dimasyarakat yang tidak bisa diperkirakan. Materi yang diberikan dalam diklatsar yang diselenggarakan selama 6 hari tersebut meliputi pengetahuan sabhara, pengetahuan lalu lintas, intelijen, reskrim, narkoba, Brimob dan jihandak, binmas, reskrimsus serta TP TKP. Selain itu juga diberikan materi kamtibmas swakarsa dan polma, organisasi POLRI, negosiasi, perundang-undangan, kepemimpinan, etika serta public speaking. (tdj)