Berdasarkan Hasil Evaluasi Tahunan Laporan Rektor IST AKPRIND Yogyakarta Tahun 2011-2016, diketahui sebagian besar luaran hasil penelitian para dosen baru sebatas jurnal ilmiah nasional atau prosiding. Sedangkan bentuk luaran lain seperti buku ajar, paten, teknologi tepat guna dan luaran lainnya masih minim. Sehingga perlu ditingkatkan baik kualitas maupun kuantitasnya. Kondisi tersebut memaksa Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) harus kembali menggugah serta meningkatkan pemahaman dan kemampuan dosen khususnya dalam pencapaian target luaran hasil penelitian dan abdimas dengan menyelenggarakan “Program Penguatan Kemampuan Dosen Dalam Pencapaian Target Luaran Hasil Penelitian & Abdimas” di Auditorium IST AKPRIND Yogyakarta, Sabtu (28/10) dengan menghadirkan narasumber, Prof. Dr. Kuncoro Dihardjo dan Dr. Edi Kurniadi, M.Pd dari Direktorat Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRPM) Kemenristekdikti.

Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T saat membuka acara yang dihadiri oleh seluruh dosen IST AKPRIND Yogyakarta tersebut kembali mengingatkan posisi IST AKPRIND terhadap perguruan tinggi lain di Indonesia berdasar klasterisasi oleh kemenristekdikti. Masuk dalam klaster ketiga, IST AKPRIND perlu kerja keras dari seluruh elemen IST AKPRIND agar mampu masuk ke klaster yang lebih tinggi. Hal tersebut dapat dicapai dengan meningkatkan Kualitas SDM, kualitas kelembagaan, kualitas kegiatan kemahasiswaan serta kualitas penelitian dan publikasi ilmiah.  Khusus untuk penelitian dan pubklikasi ilmiah, dari sekitar 120 dosen yang ada ternyata baru 8 orang yang masuk ke Scopus. Sementara yang telah masuk di google sholar terdapat 65 dosen dan 56 di Sinta, tambahnya.

Sementara Kepala LPPM IST AKPRIND Dr. Ir. Sudarsono, M.T yang didampingi ketua Panitia kegiatan, Syafriyudin, S.T., M.T, mengungkapkan jika penelitian dan pengabdian di IST AKPRIND mutlak harus ditingkatkan. Pada tahun 2016, jumlah proposal penelitian yang layak didanai oleh kemenristekdikti sebanyak 14 proposal. Sementara pada tahun ini turun menjadi 10 proposal, itupun terdapat 2 proposal yang merupakan penelitian lanjutan dari tahun sebelumnya. Sementara kualitas dan kuantitas pengabdian kepada masyarakat (abdimas) IST AKPRIND masih dalam posisi yang memprihatinkan.  Tahun 2016 terdapat 6 proposal yang lolos didanai kemenristekdikti, sementara tahun ini hanya mampu meloloskan 2 proposal saja. Harapannya dengan kegiatan ini dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas dari proposal yang di hasilkan oleh dosen-dosen di IST AKPRIND Yogyakarta, lanjut Sudarsono. Sementara tujuan dari diselenggarakannya program ini menurut Syafriyudin adalah meningkatkan reputasi dan citra baik Institut di level nasional serta meningkatkan kinerja Institut dalam bidang penelitian dan abdimas. Setelah kegiatan ini usai diharapkan pemahaman dosen tentang pentingnya pencapaian target luaran hasil penelitian dan abdimas sebagai salah satu parameter keberhasilan kegiatan penelitian atau abdimas turut meningkat sehingga kualitas pendidikan dan pengajaran serta peningkatan citra diri perguruan tinggi turut terdongkrak. Selain itu juga meningkatkan keikutsertaan dosen dalam kompetisi penelitian maupun abdimas dengan sumber dana dari luar, pungkas Syafriyudin.

Salah satu peran strategis perguruan tinggi adalah mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi ke arah terwujudnya peningkatan kesejahteraan masyarakat. Sehingga perguruan tinggi harus mampu menumbuhkan iklim akademik sehingga karya-karya ilmiah yang inovatif dapat terus berkembang. Sejalan dengan visi IST AKPRIND menuju IST AKPRIND FAVORIT, maka salah satu prioritas pengembangannya adalah penyelenggaraan kegiatan riset unggulan universitas. Kegiatan riset dan hasil riset seyogyanya menjadi bagian integral pembelajaran yang juga menjadi daya tarik bagi para pemangku kepentingan. (tdj)