Istilah Tenaga Kependidikan (tendik) sering didengar terutama bagi mereka yang berkutat pada lembaga pendidikan seperti Perguruan Tinggi. Akan tetapi bagi sebagian orang masih belum dapat membedakan antara tenaga pendidik (guru/dosen) dan tenaga kependidikan. Padahal keberadaan tenaga kependidikan termaktub dalam Undang-Undang nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dalam Pasal 38 disebutkan bahwa tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi,  pengelolaan,  pengembangan,  pengawasan,  dan  pelayanan  teknis  untuk menunjang  proses  pendidikan  pada  satuan  pendidikan. Sehingga keberadaan tenaga kependidikan tidak kalah pentingnya dengan tenaga pendidik/dosen.

Menyadari hal tersebut, IST AKPRIND Yogyakarta selalu berupaya meningkatkan kompetensi dan kualifikasi tendik yang ada. Salah satunya dengan menyelenggarakan pelatihan kearsipan serta pelayanan prima bagi tenaga kependidikan, yang diselenggarakan , Sabtu (5/8) lalu. Rektor IST AKPRIND, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T yang didampingi Wakil Rektor bidang Adminitrasi Umum dan Keuangan, Muhammad Sholeh, S.T.,M.T, mengatakan sejalan dengan visi IST AKPRIND untuk menjadi institusi pendidikan yang favorit dan unggul dibidang saintek secara nasional harus pula ditopang oleh kebaradaan tendik yang kompeten. Karena tridharma perguruan tinggi serta visi IST AKPRIND tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan keberadaan dosen semata, sambungnya. Sementara Muhammad Sholeh, menambahkan bahwa untuk menciptakan suasana pendidikan yang bermakna, menyenangkan, kreatif, dinamis dan dialogis, tenaga kependidikan memiliki peran yang strategis. Karena dalam memberikan pelayanan, tendik dapat bertemu dan berbincang langsung baik dengan mahasiswa maupun pihak-pihak lainnya. Sehingga Muhammad Sholeh berharap tendik bersama-sama dengan dosen dan pengelola perguruan tinggi dapat bersama-sama memiliki komitmen profesional untuk meningkatkan mutu pendidikan, serta memberi teladan dan menjaga nama baik lembaga, profesi dan kedudukan sesuai dengan kepercayaan dan tugas yang diberikan.

Pelatihan kearsipan dan palayan prima yang diselenggarakan IST AKPRIND menghadirkan narasumber yang kompeten pada bidangnya masing masing. Seperti Drs. Burhannudin, DR arsiparis Madya Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah DIY sebagai pemateri dalam hal kearsipan, sementara materi pelayanan prima disampaikan oleh Erina Chusnulita, SP., MMA, presenter sekaligus trainer dan juga talkpreneur. (tdj)