Pemanfaatan teknologi komputer sebagai media komunikasi data saat ini sudah menajdi kebutuhan sehari-hari. Hampir setiap kegiatan masyarakat selalu melibatkan komunikasi data. Kecenderungan adanya peningkatan penggunaan teknologi data  yang tersimpan secara elektronik ini belum membuat masyarakat peduli dengan keamanan data mereka. Padahal data-data yang tersimpan  secara elektronik tersebut menjadikannya rawan terhadap serangan-serangan virus atau malware. Umumnya masyarakat beranggapan jika malware hanya akan menyerang instansi atau perusahaan besar dan tidak ke menyasar individu.

Sebagai upaya meningkatkan pemahaman terhadap keamanan data, Himpunan Mahasiswa Teknik lnformatika (HUMANIKA) menyelenggarakan Seminar dan Workshop yang mengangkat tema: ACND – CSIRT (Update Security Incident Handling dan Response) Ancaman dan Pengamanan Terjadinya Insiden Keamanan Informasi di Area Kampus , Jumat (24/11). Acara yang dibuka oleh Wakil Dekan Fakultas Teknologi Industri, Ir. Muhammad Yusuf, M.T. tersebut diikuti tak kurang dari 100 mahasiswa IST AKPRIND dan beberapa perguruan tinggi lain. Ign Mantra, seorang Penelity Cyber War, Cyber Crime dan Cyber Security yang juga Chairman Indonesia Academic CSIRT (Computer Security Incident Response Team) dihadirkan sebagai narasumber.

Menurut Ketua Panitia kegiatan, Dicky Afriansyah,  IT Security bagi beberapa pihak mungkin dipandang dengan sebelah mata namun dengan dengan maraknya aktifitas Hacking, Cracking, dll, menjadi perhatian tersendiri bagi masyarakat informatika. Karena hal tersebut tidak bisa dibiarkan begitu saja, perlu adanya suatu penanganan khusus untuk melindungi privacy user yang ada dalam komputernya. Tingginya kebutuhan atas penggunaan bersama resources yang ada dalam jaringan baik software maupun hardware telah mengakibatkan timbulnya berbagai pengembangan teknologi keamanan bagi komputer itu sendiri. Sehingga dengan semakin tingginya tingkat kebutuhan dan semakin banyaknya pengguna komputer, maka keamanan data pula perlu diperhatikan terkait dengan maraknya pencurian data serta perusakan data pada suatu komputer atau jaringan.

Sementara ketua Jurusan Teknik Informatika, Uning Lestari, S.T., M.Kom., menyampaikan bahwa maksud dan tujuan dari penyelenggaraan kegiatan ini adalah sebagai wahana memperluas wawasan dan pengetahuan mahasiswa dan masyarakat dalam bidang IT Security, serta meingkatkan kemampuan mahasiswa dan peserta lain dalam mengelola IT Security. sehingga mahasiswa dan masyarakat lebih dewasa dalam penggunaan teknologi informasi serta mampu mengoptimalkan fungsi teknologi dan informasi.

Computer Security incident management adalah fungsi administratif untuk mengelola dan melindungi aset komputer, jaringan dan sistem informasi. Sistem ini terus menjadi lebih penting bagi kesejahteraan pribadi dan ekonomi masyarakat umum. Sehingga dengan manajemen insiden, sebuah institusi  mampu mendefinisikan dan menerapkan sebuah proses yang dapat dilakukan oleh sebuah organisasi untuk mempromosikan kesejahteraan dan keamanan publik. (tdj)