Dosen IST AKPRIND Yogyakarta yang juga ketua sebagai jurusan Teknik Geologi, Ir. Dwi Indah Purnamawati, M.Si mempresentasikan hasil penelitiannya di ajang seminar internasional yang bertajuk The 7th International Symposium On Earth-Hazard And Disaster Mitigation 2017 yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Bandung, (20-21/11). Dalam melakukan penelitiannya,  Dwi Indah Purnamawati tidak sendirian tetapi juga bersama Ir. Miftahussalam, M.T serta menggandeng mahasiswa teknik geologi angkatan 2013, Nenden Lestari.

Menurut Dwi Indah Purnamawati yang lebih akrap dipanggil bu Wiwik tersebut, pihaknya melakukan penelitian di wilayah Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah untuk dipresentasikan dalam seminar internasional tersebut. Dalam mengikuti seminar ini, para peneliti dari jurusan teknik geologi bukan hanya menampilkan satu penelitian saja melainkan dua penelitian. Yang pertama berjudul “The Influences of Geological Structure On The Appearance Cinder Cones in Belik Area” atau pengaruh Struktur Geologi terhadap tampilan Cinder Cone di wilayah Belik. Sementara penelitian keduanya berjudul “Zonation of Volcanic Hazard Lava Flows and Fissure Flank Possibility of Slamet Mount in Belik and Surrounding areas”.

Dalam penelitian pertamanya , bu Wiwik mengungkapkan bahwa gunung dengan tipe cinder cone adalah jenis gunung berapi terkecil yang tingginya hanya sekitar 300 m dengan diameter 3-5 km. Beberapa tipe cinder cone yang lebih tua memiliki 15-20 lereng karena adanya proses longsoran atau pengelupasan permukaan. Dalam penelitian ini ditemukan 4 cinder cones yang terisolasi morfologi bukit muncul di antara batuan tersier. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi geologi serta pengaruh struktur geologi terhadap penampilan cinder cone. (tdj)