You are here

SNAST 2016 "Aplikasi Sains dan Teknologi dalam mendukung Kemandirian Energi Nasional"

Printer-friendly versionPrinter-friendly versionSend by emailSend by emailPDF versionPDF version

Indonesia sudah saatnya bukan hanya mandiri dalam energi tetapi harus berdaulat dalam energi. Adanya kecenderungan kebijakan politik yang mengarah pada liberalisasi berbagai sektor termasuk sumber daya energi menjadikan mayoritas sumber daya energi lebih dikuasai oleh asing. Demikian disampaikan oleh Rektor IST AKPRIND Yogyakarta saat membuka Seminar Nasional Aplikasi Sains & Teknologi (SNAST) 2016, Sabtu (26/11) di Auditorium Kampus I. Dr. Ir. Amir Hamzah menambahkan, Perguruan Tinggi memiliki peran yang sangat penting dalam ketahanan energi. Peningkatan teknologi dalam pengelolaan sumber daya yang ada di Indonesia menjadi salah satu kunci agar sumber-sumber energi kita tidak dikuasai asing. Karena ketidakmampuan dalam teknologi di Indonesia menjadi celah bagi asing untuk menguasai sumberdaya yang ada di bumi ini.

SNAST 2016 yang mengambil tema ”Aplikasi Sains dan Teknologi dalam mendukung Kemandirian Energi Nasional” menghadirkan Keynote Speaker anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Dr. Ir. Andang Bachtiar, M.Sc. Kemajuan industri, globalisasi, dan pertumbuhan ekonomi dunia menjadikan konsumsi energi terus meningkat seiring dengan kenaikan mobilitas manusia dan barang. Untuk itu, Indonesia dituntut untuk terus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dibutuhkan untuk kemajuan bangsa menghadapi persaingan di kawasan ASEAN dan global, terutama di bidang energi. Sistem Ketahanan Energi sangat penting bagi sebuah negara seperti Indonesia. Selain sebagai kemampuan merespon dinamika perubahan energi global (eksternal) juga sebagai kemandirian untuk menjamin ketersediaan energi (internal). Saat ini Indonesia sudah tidak dapat bergantung pada energi konvensional semata. Cadangan minyak, gas dan batubara diprediksikan akan habis dalam waktu kurang dari 50 tahun. Oleh karena itu, diharapkan agar seluruh komponen bangsa dapat bekerja sama dalam mendukung kemandirian energi nasional. Salah satunya, peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang unggul dengan cara riset di bidang energi.

Ketua Panitia SNAST 2016, Arie Noor Rahkman, S.T., M.T., mengungkapkan dengan diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan dapat menjawab kebutuhan SDM yang unggul, terutama di bidang energi, serta riset untuk energi sebagai modal kemandirian energi nasional. eminar ini diharapkan dapat menjadi wadah bagi para peneliti, dosen, guru, praktisi industri, mahasiswa, dan masyarakat umum yang peduli terhadap perkembangan sains dan teknologi untuk mendukung kemandirian energi nasional. Melalui kegiatan SNAST 2016, diharapkan dapat mendorong terjadinya pertukaran informasi, pengetahuan, dan pengalaman dalam penerapan sains dan teknologi untuk pemecahan permasalahan di masyarakat, serta memperluas wawasan dan pemikiran peserta untuk turut mendukung kemandirian energi nasional. MAsih menurut Arie Noor Rakhman, tujuan dari penyelenggarakan SNAST adalah untuk mendorong terjadinya pertukaran informasi, pengetahuan, dan pengalaman dalam penerapan sains & teknologi untuk pemecahan permasalahan di masyarakat. Selain itu juga meningkatkan awareness terhadap penerapan sains & teknologi untuk kemajuan bangsa pada umum dan masyarakat pada khususnya serta meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang penerapan sains & teknologi yang selaras dengan kebutuhan masyarakat untuk mendukung proses transformasi yang berkelanjutan. Dan tidak ketinggalan, SNAST 2016 diharapkan dapat memperluas wawasan dan pemikiran peserta tentang peran Perguruan Tinggi dalam penerapan sains & teknologi untuk menghadapi persaingan global. (tdj)