You are here

International Lecture - Energy Conservation and Renewable Energy

Printer-friendly versionPrinter-friendly versionSend by emailSend by emailPDF versionPDF version

Setelah penyelenggaraan kuliah umum internasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Statistika , Fakultas Sains Terapan IST AKPRIND beberapa waktu yang lalu, salah satu fakultas lain di IST AKPRIND yaitu Fakultas Teknologi Industri melalui jurusan Teknik Industri, Teknik Mesin dan Teknik Elektro juga menyelenggarakan kuliah umum internasional dengan mengangkat tema energi baru dan terbarukan di Auditorium IST AKPRIND, Rabu (16/11).

Kegiatan dengan nama International Lecture with topic Energy Conservation and New & Renewable Energy menghadirkan dua narasumber internasional. Yang pertama adalah Prof. S.H. Winoto, B.Sc., M.Sc., Ph.D., dari National University of Singapore, sementara pembicara kedua adalah Prof. Kwang Hwan Choi dari Pukyong National University, Busan Korea Selatan. Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T. saat membuka kuliah umum tersebut mengatakan bahwa kegiatan kuliah umum international yang diselenggarkan ini merupakan upaya IST AKPRIND dalam meningkatkan pengetahuan dan sharing pengalaman dari para narasumber yang telah berpengalaman pada bidang masing-masing. Selain itu juga diharapkan dapat digunakan sebagai penjajakan dalam upaya meningkatkan kerjasama internasional IST AKPRIND baik dengan institusi ataupun dengan perguruan tinggi asing terutama dalam bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.

Kuliah umum internasional sangat menarik bagi mahasiswa dan dosen dilingkungan IST AKPRIND. Ini terbukti lebih dari 300 mahasiswa dari tiga jurusan tersebut hadir dalam kegiatan ini. Dalam kuliah ini dipaparkan bahwa kebutuhan energi didunia semakin lama semakin meningkat. Akan tetapi sumber energi dengan mengandalkan fosil semakin lama akan selalu terus menurun. Pengembangan energi selalu terhambat oleh isu lingkungan, karena setiap penemuan dan pengembangan sumber energi baru selalu dikaitkan dengan kerusakan lingkungan. Sehingga energi baru dan terbarukan yang ramah lingkungan harus terus dikembangkan. Indonesia yang memiliki banyak potensi sumber daya energi, tetapi belum dimanfaatkan secara maksimal. Sehingga dibutuhkan peran para akademisi dan para ahli untuk dapat berperan dalam pengembangan sumber energi yang ada di Indonesia.(tdj)