You are here

Asti Widyaningsih Wisudawan Terbaik IST AKPRIND

Printer-friendly versionPrinter-friendly versionSend by emailSend by emailPDF versionPDF version

Asti Widyaningsih, putra dari pasangan bapak dan ibu Irwan Susanto  berhasil menjadi wisudawan terbaik IST AKPRIND periode semester gasal tahun akademik 2016/2017 dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) nyaris sempurna yaitu 3,99. Sementara Ermawati putra dari pasangan bapak dan ibu Parmonojuga dari jurusan Informatika pada peringkat kedua dengan IPK 3,89. Pada wisuda yang diselenggarakan di Jogja Expo Center (JEC) pada Rabu, (29/11) ini, 19 wisudawan berhasil lulus dengan predikat cumlaude.

Wisuda IST AKPRIND periode semester gasal tahun akademik 2016/2017 mewisuda  sejumlah 205 orang lulusan yang terdiri dari 178 orang lulusan program sarjana dan 27 orang lulusan program diploma III. Lulusan tersebut meliputi 151 wisudawan dari Fakultas Teknologi Industri, 28 wisudawan dari Fakultas Sains Terapan, dan 26 wisudawan dari Fakultas Teknologi Mineral. Pada wisuda kali ini, sebanyak  19 wisudawan berhasil lulus dengan predikat Cum Laude, dengan rata-rata IPK  3,73  dan masa studi  4 tahun 2 bulan.  Pada wisuda kali ini lulus pula sebanyak 7 wisudawan yang bersala dari mahasiswa penerima beasiswa IST AKPRIND dan 4 serta dari beasiswa Bidik Misi, mereka juga berhasil lulus dengan predikat Cum Laude. Dihasilkannya para lulusan ini merupakan perwujudan tanggung jawab IST AKPRIND kepada bangsa dan negara, sekaligus merupakan wujud karya utama IST AKPRIND.

Rektor IST AKPRIND Yogyakarta, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T, berharap, wisudawan yang telah dibekali pengetahuan dan keterampilan serta bekal hidup yang memadai, berupa dimensi kecerdasan intelektual, kecerdasan emosional dan  kecerdasan spiritual,  dapat segera mengintegrasikan diri dengan lingkungan, memanfaatkan dan menciptakan peluang, dan mampu berkompetisi secara sehat dan sportif. Dengan kecerdasan itu pula, Saudara diharapkan memiliki kemampuan yang baik  tidak hanya menjadi pencari kerja (job seeker) , tetapi juga menjadi pencipta kerja (job creator).  Menurut rektor, wisuda merupakan momentum tanda berakhirnya tugas layanan dan asuhan secara formal IST AKPRIND kepada mahasiswa dalam mengembangkan potensinya menjadi insan yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, berilmu serta siap mengamalkan ilmu sesuai dengan bidang keahlian masing-masing. Di samping itu, wisuda adalah peristiwa penting untuk menandai batas antara tahapan kehidupan belajar formal di kampus dengan status mahasiswa dengan belajar sepanjang hayat pada kehidupan di dunia kerja dan masyarakat dengan status sebagai lulusan yang siap berkarya.

Dalam kesempatan ini rektor juga mengungkapkan bahwa tangtangan yang dihadapi institusi pendidikan tinggi semakin berat. Kemajuan pesat sains teknologi yang kering nilai agama telah ikut mendorong dunia pada penderitaan,  penindasan bahkan penjajahan gaya baru. Akibat liberalisasi ekonomi, negeri kita yang kaya raya ini, tengah menanggung beribu masalah tiada habisnya. Hutang Indonesia per April 2016 telah menyentuh angka Rp. 4.254 trilyun, 80% aset negara dikuasai asing, angka kemiskinan adalah 28 juta orang (11%), narkoba dan kriminalitas meningkat tajam, ketidak adilan hukum dan puluhan masalah lainnya. Dunia pendidikan dan perguruan tinggi di Indonesia juga masih menemui banyak masalah kualitas pelayanan dan kualitas SDM. Menurut data forlap 2016, saat ini Jumlah perguruan tinggi di Indonesia ada 4.495 (PTN/PTS). Jumlah ini lebih banyak dari jumlah perguruan tinggi di seluruh Eropa. Juga lebih banyak dari jumlah perguruan  tinggi di Cina. Dengan 1,4 milyar penduduk Cina hanya memiliki 2.824 perguruan tinggi. Namun dari ribuan perguruan tinggi di Indonesia tersebut, hanya 2 yang masuk dalam perguruan tinggi kelas dunia. Index pembangunan pendidikan Indonesia menurut survey UNESCO 2011 berada pada posisi 69 dari 127 negara. Berada di bawah brunei (34) dan Malaysia (65). Sungguh perlu perjuangan sangat keras untuk mengatasi ketertinggalan tersebut.  Namun demikian dari 3.320 Perguruan Tinggi yang diranking oleh Kemenristek Dikti pada tahun 2015, IST AKPRIND mendapatkan ranking 63. Demikian juga untuk peringkat Akreditasi Institusi Perguruan tinggi (AIPT) yang pada tahun 2016 telah terakreditasi sebanyak 1.017 perguruan Tinggi, IST AKPRIND merupakan satu dari 296 perguruan tinggi yang mendapatkan status akreditasi B, sedangkan 693 terakreditasi C dan hanya 28 yang terakreditasi A, sementara masih ada kurang lebih 3000 lebih perguruan tinggi belum terakreditasi. Prestasi ini merupakan modal bagi IST AKPRIND untuk memberikan pelayanan yang lebih baik pada masa mendatang, pungkasnya. (tdj)