Lulusan perguruan tinggi tidak boleh hanya terpaku pada suatu bidang ilmu saja sehingga menjadi alergi terhadap ilmu yang lain. Karena pada prinsipnya setiap bidang ilmu memiliki keterkaitan dengan bidang ilmu yang lain. Sehingga dalam memecahkan suatu masalah selalu diperlukan bukan hanya satu bidang ilmu saja melainkan multidisiplin ilmu. Demikian disampaikan oleh Ketua I Yayasan Pembina Potensi Pembangunan (YPPP) Ir. Sagoro Wedy, M.M dalam sambutannya dalam Pembakalan Calon Wisudawan IST AKPRIND Periode I, 2017/2018. Dalam acara yang dibuka oleh Rektor IST AKPRIND, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T tersebut, Ir. Sagoro Wedy, M.M menambahkan dalam mengambil keputusan, calon wisudawan diharapkan tidak memiliki sikap ragu-ragu, apakah nantinya akan meneruskan studi, bekerja ataukan berwirausaha.

Pembekalan calon Wisudawan IST AKPRIND periode 1, TA 2017/2018 mengambil tema “Getting to The Great Job” diselenggarakan oleh Biro Administrasi Kemahasiswaan dan Alumni (BAKA) IST AKPRIND. Menurut Kepala BAKA IST AKPRIND, Eko Wijanarko, B.Sc., pembekalan kepada calon wisudawan rutin diselenggarakan menjelang pelaksanaan wisuda di IST AKPRIND, hal ini merupakan sebagai upaya memberikan gambaran kepada para calon wisudawan tentang dunia yang akan dihadapi setelah lulus nanti. Sehingga pihaknya selalu berupaya menggandeng pihak-pihak yang berpengalaman dalam hal tersebut sebagai narasumbernya. Begitu pula dengan pembekalan kali ini, mengundang ibu Sylvi Dewajani, seorang konsultan psikologi yang juga merupakan dosen fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM) serta ibu Kumalasari Dewi Chung, Senior HR PT. Genting Plantations Nusantara sebagai narasumber.  Eko Wijanarko mengatakan pihaknya sengaja menggandeng narasumber dari latar belakang yang berbeda. Harapanya, para calon wisudawan juga akan mendapatkan jawaban dari sudut pandang yang berbeda pula, baik dari sudut pandang konsultan psikologi maupun sudut pandang dunia industri.

Dalam pembekalan calon wisudawan ini, Sylvi Dewajani banyak memberikan gambaran tentang hal-hal dalam memeprsiapkan diri mulai dari tata cara penulisan lamaran kerja, serta sikap yang harus dilakukan dalam menghadapi wawancara kerja. Sikap dalam menghadapi wawancara sering menjadikan calon tenaga kerja tidak mampu melewati tahap seleksi wawancara. Sementara Dewi Kumalasari Chung, mengungkapkan bahwa sebenarnya dunia industri membutuhkan banyak sumber daya manusia, namun masih sering ditemukan adanya perbedaan kebutuhan di dunia industri dengan kompetensi yang dimiliki oleh lulusan. Selain itu banyak lulusan baru yang kurang mampu bisa mengekplorasikan kemampuannya . (tdj)