Masa orientasi studi mahasiswa dan pengenalan kampus (SASIDIWA) merupakan salah satu agenda rutin IST AKPRIND sebagai wahana untuk menjembatani proses transisi mahasiswa baru guna memperoleh kesiapan yang memadai khususnya dalam mengikuti pendidikan di Perguruan Tinggi yang sangat berbeda dengan pendidikan di Sekolah Menengah. Pada Tahun Akademik 2017/2018 sebanyak 548 mengikuti masa orietasi studi mahasiswa (SASIDIWA) IST AKPRIND.

Acara yang telah diselenggarakan sejak Senin (21/8) tersebut dibuka oleh Rektor IST AKPRIND, Dr. Ir. Amir Hamzah, M.T.,. Rektor dalam pembukaan kegiatan SASIDIWA kembali mengingatkan pentingnya keimanan dan ketakwaan terhadap Allah, SWT. Karena menurut Dr. Ir. Amir Hamzah, fondasi penting pendidikan sains dan teknologi telah dicanangkan oleh pemerintah dalam amandeman konstitusi, yaitu “Pemerintah mengusahakan sistem pendidikan nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia memajukan ilmu pengetahuan dan teknologi dengan menunjang tinggi nilai-nilai agama dan persatuan bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan umat manusia”. Hal ini sangat sesuai dengan kondisi asli bangsa Indonesia yang religius, dan mengingat pentingnya fondasi moral agama dalam pengembangan sains dan teknologi. Oleh karena itu  agenda SASIDIWA dalam dimensi yang lebih luas memiliki makna internalisasi Visi IST AKPRIND kepada mahasiswa baru untuk menyamakan persepsi dan langkah dalam rangka membangun kemajuan sains dan teknologi yang berkualitas berbasis dengan akhlak mulia, iman dan takwa dalam rangka berkontribusi dalam memajukan masyarakat, tambahnya. IST AKPRIND Yogyakarta merupakan salah satu kampus yang sudah 45 tahun berkiprah di bidang pendidikan Sains dan Teknologi yang sangat dibutuhkan dalam membangun bangsa yang mandiri dan mampu bersaing.  Untuk itu IST AKPRIND terus berusaha mewujudkan visinya “Menjadi Institut yang Favorit dan Unggul dalam Sains dan Teknologi secara Nasional” karena menjadi bagian penting dalam kemajuan suatu bangsa. Hal ini karena pada era global seperti sekarang ini kemandirian suatu bangsa, maju mundurnya suatu bangsa banyak ditentukan oleh sejauh mana bangsa tersebut menguasai sains dan teknologi.Dengan sains dan teknologi bangsa Jepang yang tidak memiliki lahan dan sumber daya alam  mampu mandiri, bahkan menjadi pemasok produk-produk teknologi modern. Sebaliknya bangsa kita dengan lahan yang luas, penduduk yang banyak dan sumber daya alam yang kaya, saat ini masih menjadi pasar dan konsumen saja dari produk-produk teknologi dari berbagai negara. Untuk itu, demi mengejar ketinggalan dari bangsa-bangsa lain, negeri ini membutuhkan agen-agen perubahan di bidang sains dan teknologi yang memiliki kepekaan dan komitmen yang luar biasa untuk mengawal kemajuan bangsa dan negara.

Sementara Ketua Panitia SASIDIWA IST AKPRIND 2017, Anjar Yulianto yang didampingi Presiden BEM, Rengga Hary Cahyo dan Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerjasama, Ir. Joko Waluyo, M.T mejelaskan bahwa Masa Orientasi Studi Mahasiswa merupakan agenda tahunan untuk menyambut mahasiswa baru, serta memberikan “culture shock” agar segala budaya negatif yang dibawa saat disekolah menengah dapat ditinggalkan dan mulai menumbuhkan budaya positif yang baru diperkuliahan. SASIDIWA 2017 merupakan wadah Orientasi dunia perkuliahan yang mengedepankan pribadi yang cerdas, mandiri, tanggung jawab, jujur dan memiliki karakter yang kuat untuk melakukan berbagai aktifitas positif. Dengan Tema SASIDIWA 2017 yaitu GARUDA MUDA AKPRIND “CERDAS, BERINTEGRITAS DAN BERBUDAYA, Anjar juga berharap, selama menempuh studi di IST AKPRIND, mahasiswa baru juga turut mengembangkan softskillya dengan bergabung pada kegiatan kemahasiswaan dan tidak hanya konsentrasi pada masalah akademik dan IPK tinggi. Sehingga prestasi akademik juga harus diimbangi dengan softskill yang mumpuni. (tdj)